Genosida Mengerikan Dibalik Pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Daendels
“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain,” tulis Pramoedya Ananta Toer. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri. Mengingat begitu lamanya negeri kita ini dijajah bangsa lain. Sekitar 350 dijajah Belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang dan, diantaranya itu datang juga Inggris dan Portugis yang menjajah. Lengkap sudah penderitaan bangsa pada waktu itu. Salah satu penjajahan paling kejam adalah pada saat Herman Willem Daendels (1762-1818) ditugaskan menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Gubernur Jendral Daendels memang menakutkan. Ia kejam, tak kenal ampun. Pada masa pemerintahannya yang tergolong singkat, hanya dalam setahun saja (1808) berhasil membuat “prestasi besar” yaitu “membangun” jalan sepanjang raya 1.000 kilometer yang membentang mulai dari Anyer, Banten sampai Panarukan Jawa Timur. Pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Daendels tersebut yang pengerjaannya secara paksa telah menorehkan tragedi memilukan sebagai peristiwa genosida kemanusiaan paling mengerikan. Tidak ada data yang jelas mengungkap berapa korban jiwa pada peristiwa ini. Sumber Inggris melaporkan seluruh korban yang tewas akibat pembangunan Jalan raya Pos sebanyak 12.000 orang, itu yang tercatat. Tapi diyakini jumlah korban lebih besar dari itu, yang jelas puluhan ribu sudah nyawa melayang karena kerjapaksa demi ambisi Daendel. Ini terhitung tragedi terbesar sepanjang sejarah di Tanah Hindia Belanda ini.
